Selasa, 06 Januari 2026
Wakil Bupati Tanjab Barat Pimpin Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026
Kapolres Tanjab Barat Pimpin Sertijab Wakapolres Kompol Andi Musahar Resmi Menjabat.

TANJAB BARAT– Kapolres Tanjung Jabung (Tanjab Barat) , AKBP Agung Basuki, S.I.K., M.M., memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakapolres Tanjab Barat yang berlangsung khidmat di Lapangan Mapolres Tanjab Barat, Senin (05/01/2026).
Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakapolres Tanjab Barat dari Kompol Johan Christy Silaen, S.I.K., M.H., kepada Kompol Andi Musahar, S.H.
Dipimpin oleh Kapolres Tanjab Barat AKBP Agung Basuki, S.I.K., M.M. Dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Cabang Tanjab Barat Ny. Mutya Agung, Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, personel Polri, serta ASN Polres Tanjab Barat. Di lapangan Mapolres Tanjung Jabung Barat, Kuala Tungkal Senin pagi, 5 Januari 2026.
Sebagai tindak lanjut Surat Telegram Kapolda Jambi Nomor: ST/1090/XII/2025 untuk penyegaran manajerial organisasi serta menjaga dinamika operasional di lingkungan Polri.
Upacara diawali pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah jabatan didampingi rohaniawan, hingga penandatanganan berita acara sertijab.
Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Agung Basuki menegaskan bahwa mutasi jabatan adalah hal biasa di tubuh Polri. Ia berharap pergantian ini membawa kesinambungan terhadap program yang sudah berjalan serta meningkatkan kualitas kinerja kesatuan.
"Jabatan yang diemban adalah amanah. Saya berharap pejabat baru segera menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi wilayah hukum Polres Tanjab Barat, laksanakan tugas dengan tulus ikhlas, dan lanjutkan prestasi yang telah dicapai pejabat lama," tegas Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kompol Johan Christy Silaen yang kini berpindah tugas sebagai Kaurbinpam Subbidpaminal Bidpropam Polda Jambi. "Terima kasih atas dedikasi dan loyalitas tinggi yang telah diberikan selama mengabdi di Polres Tanjab Barat. Selamat bertugas di tempat yang baru," tambahnya.
Di akhir sambutannya, AKBP Agung Basuki menyatakan optimismenya bahwa pejabat baru yang terpilih mampu mengemban tanggung jawab dengan penuh komitmen demi pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Minggu, 04 Januari 2026
Proyek Pamsimas Suak Labu Berpotensi Mangkarak, dengan anggaran setengah miliar lebih

TANJAB BARAT- Dianggarkan hingga setengah miliar lebih proyek Pamsimas di Desa Suak Labu, kecamatan Kuala Betara berpotensi mangkrak. Minggu (4/1/2026)
Proyek Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun Anggaran 2025 di Desa Suak Labu, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, hingga Januari 2026 belum selesai dikerjakan.
Proyek air bersih yang menelan dana hingga setengah miliar lebih dari sumber dana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Jambi serta Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi.
Berdasarkan papan plank merek pekerjaan dilokasi, proyek dengan nomor kontrak 01/PKS-PAMSIMAS/C/6.5.3/2025 pada 29 Agustus 2025. Dengan anggaran sebesar Rp 500 juta (BO maksimal 4% BPM) dan nilai BPM masyarakat sebesar Rp 1.950.000, proyek ini mencakup empat komponen utama: pembangunan Sarana Prasarana Air Minum (SPAM), peningkatan kapasitas masyarakat, promosi masyarakat, serta pendirian Badan Otonom Fasilitas (BOF) kelompok masyarakat.
Proyek yang berdurasi 120 hari kerja dan dilaksanakan secara swakelola IV oleh Pokmas Sumber Barokah, proyek yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas air minum serta memberdayakan komunitas dalam pengelolaan sumber daya air ini hingga kini terpantau belum rampung dikerjakan.
Pantauan media dilokasi juga melihat aktivitas pengerjaan proyek Pamsimas di desa Suak Labu masih berlangsung, selain belum selesainya bangunan fisik dilokasi juga belum ditemukan adanya air bersih yang mengalir dari proyek Pamsimas tersebut.
Bagaimana pengawas proyek yang bernilai setengah miliar rupiah ini ? kenapa bisa terjadi mangkrak dan belum ada kepastian kapan masyarakat dapat menikmati air bersih dari pamsimas tersebut.
Katemun selaku ketua RT saat dikonfirmasi media membenarkan jika hingga saat ini aktifitas pembangunan proyek Pamsimas di Desa Suak Labu masih berlangsung.
" Iya bener pak sampai hari ini masih dikerjakan, baru ada 4 rumah yang dapat memanfaatkan air tersebut sedangkan warga lainnya masih dalam proses penyambungan, " katanya saat dikonfirmasi melalui via telepon. Minggu (4/1/2026).
Diajuga menjelaskan terkait molornya pekerjaan proyek tersebut akibat faktor curah hujan tinggi dan air pasang sehingga aktivitas pengerjaan proyek tertunda.
" Karena curah hujan tinggi dan air pasang besar, pendistribusian material terhambat pekerjaan juga terkendala, " sebutnya.
Saat ditanya bagaimana tindakan dinas terkait soal molornya pengerjaan proyek 2025 yang hingga Januari 2026 belum selesai dikerjakan.
" Beberapa waktu lalu panitia pelaksana pekerjaan dipanggil ke provinsi oleh dinas terkait, dan diberi waktu 10 hari untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, "jelasnya.
Mampukah panitia pelaksana menuntaskan pekerjaan dengan batas waktu 10 hari yang sudah berjalan, sementara baru sebanyak 4 rumah warga yang tersalurkan dari jumlah 60 rumah yang layak menerima manfaat air bersih pamsimas.
Sayangnya Suparno selaku ketua panitia pelaksana proyek Pamsimas di Desa Suak Labu belum dapat dikonfirmasi baik secara langsung maupun melalui via telepon.
Demikian juga dinas terkait serta konsultan pengawas pekerjaan belum dapat dimintai keterangan terkait molornya proyek yang bernilai setengah miliar rupiah lebih ini.
Sabtu, 03 Januari 2026
Baru Rampung, Aspal Jalan Harapan RT 16 Desa Pematang Lumut Sudah Rusak Parah, Warga Nilai Anggaran Mubazir

TANJAB BARAT – Proyek pengaspalan Jalan Harapan RT 16, Desa Pematang Lumut, yang dibiayai dari anggaran pemerintah, menuai sorotan tajam dari warga. Pasalnya, meski baru saja selesai dikerjakan, kondisi jalan tersebut kini sudah mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan aspal tidak rata, bergelombang, serta mengalami pengelupasan dan bergerindil di sejumlah titik. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pengerjaan proyek tidak memperhatikan standar mutu dan kualitas konstruksi yang semestinya.
Warga setempat menyayangkan hasil pekerjaan tersebut karena manfaat jalan yang diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat justru tidak bertahan lama. Mereka menilai anggaran yang telah dikucurkan menjadi terkesan mubazir, mengingat usia jalan yang sangat singkat namun sudah mengalami kerusakan serius.
“Baru selesai dikerjakan, tapi aspalnya sudah rusak seperti ini. Kami sebagai warga tentu sangat kecewa,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat pun mempertanyakan sikap pihak terkait yang hingga kini dinilai belum menunjukkan langkah konkret. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi teknis segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memeriksa kualitas pekerjaan serta pihak pelaksana proyek.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari instansi terkait mengenai penyebab cepatnya kerusakan jalan maupun rencana tindak lanjut perbaikan Jalan Harapan RT 16. Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan menjadi perhatian serius demi akuntabilitas penggunaan anggaran publik.
Jumat, 02 Januari 2026
Awali Tahun 2026, Bupati Anwar Sadat Jadi Khatib Sholat Jumat di Masjid Al Anwar

TANJAB BARAT– Mengawali tahun 2026, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., melaksanakan Salat Jumat berjamaah di Masjid Al Anwar, Kompleks Perkantoran Tanjung Jabung Barat, Jumat (02/01/26). Kehadiran orang nomor satu di Tanjab Barat tersebut disambut hangat oleh jamaah yang memadati masjid.
Pelaksanaan Salat Jumat ini menjadi wujud kedekatan dan kebersamaan antara pimpinan daerah dengan masyarakat. Bupati yang juga dikenal sebagai tokoh agama itu tampak berbaur tanpa sekat bersama jamaah, mencerminkan sosok pemimpin yang sederhana, religius, dan merakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anwar Sadat bertindak sebagai khatib dan menyampaikan khutbah yang sarat dengan pesan-pesan keislaman. Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan awal tahun sebagai momentum muhasabah serta perubahan diri ke arah yang lebih baik.
“Tahun baru bukan sekadar pergantian angka, tetapi panggilan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih produktif. Perubahan dan kemajuan harus dimulai dari diri kita sendiri, dari hari ke hari, dan dari waktu ke waktu,” tuturnya.
Menurutnya, Salat Jumat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan sesama umat. Setiap langkah kecil menuju kebaikan, lanjutnya, merupakan bentuk ikhtiar dalam meraih rida Allah SWT.
Melalui momentum Salat Jumat ini, Bupati berharap nilai-nilai keagamaan terus menjadi landasan dalam menjalankan roda pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya semangat belajar, bergerak, dan berinovasi dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Merugilah orang-orang yang hidupnya statis, enggan berubah, tidak mau belajar, dan tidak berani berinovasi,” tegasnya.
Bertindak sebagai imam Salat Jumat adalah Ustadz Imam Ghazali, S.Kom.I, sementara bilal dipercayakan kepada Muhammad Basri. Turut hadir dalam Salat Jumat tersebut Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah yang memadati Masjid Al Anwar.
Dishub tanjab barat Pasang Portal dan CCTV untuk membatasi Truk yang melebihi Tonase
TANJAB BARAT– Mengantisipasi kerusakan jalan , Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) telah memasang portal yang dilengkapi sistem CCTV di ruas jalan Semau-Jambi, yang menghubungkan arah Kuala Tungkal dan sebaliknya. Langkah ini bertujuan untuk membatasi akses kendaraan truk yang melebihi batas tonase dan dimensi yang ditetapkan.
Plt Kepala Dishub Tanjabbar Agus Sumantri, SH. I. MH. menjelaskan, Portal itu dipasang untuk mengantisipasi agar truk yang melebihi tonase dan dimensi dibatasi untuk melintas. Dengan adanya portal tersebut, bisa mencegah terjadinya kerusakan jalan dan jembatan yang diakibatkan kerapnya kendaraan bertonase tinggi yang keluar masuk," ujar Agus pada hari Kamis.(1/1/26).
Menurutnya, pemasangan portal ini merupakan bentuk tanggapan langsung terhadap permintaan masyarakat yang telah mengadu mengenai banyaknya kendaraan bertonase tinggi yang keluar masuk.
"Hal itu dilakukan untuk menjaga kondisi jalan agar tetap bertahan lama. Portal itu dibuat juga dikarenakan adanya permintaan dari masyarakat" jelasnya.
Sistem CCTV yang terpasang pada portal akan berfungsi untuk memantau setiap kendaraan yang melintas dan mendeteksi jika ada yang tidak sesuai dengan standar kapasitas jalan. Seluruh aktivitas akan terekam secara jelas sebagai alat bukti bagi pihak berwenang dalam penindakan.
"Portal juga dilengkapi CCTV yang memantau aktivitas jika mobil perusahaan mau melewati jalan tersebut harus menyesuaikan kapasitas sesuai standar badan jalan," tambahnya.
Agus menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi siapapun untuk menggunakan jalur tersebut, namun setiap pengguna jalan wajib mematuhi peraturan yang berlaku.
"Sekali lagi ditegaskan tidak ada larangan melintasi jalan ini. Boleh melintas tetapi harus sesuai kelas jalan kabupaten yang dibangun. Jika tidak dibatasi nanti pemerintah yang salah, jalan cepat hancur," tandasnya.