Minggu, 04 Januari 2026

Proyek Pamsimas Suak Labu Berpotensi Mangkarak, dengan anggaran setengah miliar lebih

 

TANJAB BARAT- Dianggarkan hingga setengah miliar lebih proyek Pamsimas di Desa Suak Labu, kecamatan Kuala Betara berpotensi mangkrak. Minggu (4/1/2026)


Proyek Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Tahun Anggaran 2025 di Desa Suak Labu, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, hingga Januari 2026 belum selesai dikerjakan.


Proyek air bersih yang menelan dana hingga setengah miliar lebih dari sumber dana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Jambi serta Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Jambi.


Berdasarkan papan plank merek pekerjaan dilokasi, proyek dengan nomor kontrak 01/PKS-PAMSIMAS/C/6.5.3/2025 pada 29 Agustus 2025. Dengan anggaran sebesar Rp 500 juta (BO maksimal 4% BPM) dan nilai BPM masyarakat sebesar Rp 1.950.000, proyek ini mencakup empat komponen utama: pembangunan Sarana Prasarana Air Minum (SPAM), peningkatan kapasitas masyarakat, promosi masyarakat, serta pendirian Badan Otonom Fasilitas (BOF) kelompok masyarakat.

 

Proyek yang berdurasi 120 hari kerja dan dilaksanakan secara swakelola IV oleh Pokmas Sumber Barokah, proyek yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas air minum serta memberdayakan komunitas dalam pengelolaan sumber daya air ini hingga kini terpantau belum rampung dikerjakan.


Pantauan media dilokasi juga melihat aktivitas pengerjaan proyek Pamsimas di desa Suak Labu masih berlangsung, selain belum selesainya bangunan fisik dilokasi juga belum ditemukan adanya air bersih yang mengalir dari proyek Pamsimas tersebut.


Bagaimana pengawas proyek yang bernilai setengah miliar rupiah ini ? kenapa bisa terjadi mangkrak dan belum ada kepastian kapan masyarakat dapat menikmati air bersih dari pamsimas tersebut.


Katemun selaku ketua RT saat dikonfirmasi media membenarkan jika hingga saat ini aktifitas pembangunan proyek Pamsimas di Desa Suak Labu masih berlangsung.


" Iya bener pak sampai hari ini masih dikerjakan, baru ada 4 rumah yang dapat memanfaatkan air tersebut sedangkan warga lainnya masih dalam proses penyambungan, " katanya saat dikonfirmasi melalui via telepon. Minggu (4/1/2026).


Diajuga menjelaskan terkait molornya pekerjaan proyek tersebut akibat faktor curah hujan tinggi dan air pasang sehingga aktivitas pengerjaan proyek tertunda.


" Karena curah hujan tinggi dan air pasang besar, pendistribusian material terhambat pekerjaan juga terkendala, " sebutnya.


Saat ditanya bagaimana tindakan dinas terkait soal molornya pengerjaan proyek 2025 yang hingga Januari 2026 belum selesai dikerjakan.


" Beberapa waktu lalu panitia pelaksana pekerjaan dipanggil ke provinsi oleh dinas terkait, dan diberi waktu 10 hari untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, "jelasnya.


Mampukah panitia pelaksana menuntaskan pekerjaan dengan batas waktu 10 hari yang sudah berjalan, sementara baru sebanyak 4 rumah warga yang tersalurkan dari jumlah 60 rumah yang layak menerima manfaat air bersih pamsimas.


Sayangnya Suparno selaku ketua panitia pelaksana proyek Pamsimas di Desa Suak Labu belum dapat dikonfirmasi baik secara langsung maupun melalui via telepon.


Demikian juga dinas terkait serta konsultan pengawas pekerjaan belum dapat dimintai keterangan terkait molornya proyek yang bernilai setengah miliar rupiah lebih ini.

Admin Redaksi Vox Buana berkomitmen menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik. Hak jawab dan klarifikasi terbuka bagi semua pihak demi menjaga kredibilitas pemberitaan.