
TANJAB BARAT – Proyek pengaspalan Jalan Harapan RT 16, Desa Pematang Lumut, yang dibiayai dari anggaran pemerintah, menuai sorotan tajam dari warga. Pasalnya, meski baru saja selesai dikerjakan, kondisi jalan tersebut kini sudah mengalami kerusakan yang cukup signifikan.
Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan aspal tidak rata, bergelombang, serta mengalami pengelupasan dan bergerindil di sejumlah titik. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pengerjaan proyek tidak memperhatikan standar mutu dan kualitas konstruksi yang semestinya.
Warga setempat menyayangkan hasil pekerjaan tersebut karena manfaat jalan yang diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat justru tidak bertahan lama. Mereka menilai anggaran yang telah dikucurkan menjadi terkesan mubazir, mengingat usia jalan yang sangat singkat namun sudah mengalami kerusakan serius.
“Baru selesai dikerjakan, tapi aspalnya sudah rusak seperti ini. Kami sebagai warga tentu sangat kecewa,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat pun mempertanyakan sikap pihak terkait yang hingga kini dinilai belum menunjukkan langkah konkret. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi teknis segera turun ke lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memeriksa kualitas pekerjaan serta pihak pelaksana proyek.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari instansi terkait mengenai penyebab cepatnya kerusakan jalan maupun rencana tindak lanjut perbaikan Jalan Harapan RT 16. Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan menjadi perhatian serius demi akuntabilitas penggunaan anggaran publik.