Jakarta – Banjir rob atau banjir pesisir kembali menggenangi ruas Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu pagi (3 Januari 2026). Ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter, lebih tinggi dibanding hari-hari sebelumnya sejak awal tahun baru.
Petugas PPSU Kelurahan Papanggo mengatakan genangan sudah mulai terjadi sejak pukul 06.00 WIB, dan tim siaga terus memantau kondisi di lapangan. Mereka membantu pengendara yang mogok karena motor mereka tidak kuat melintas di air rob yang cukup dalam.
“Air rob jam 6 sudah mulai keluar, sudah tinggi. Kita cuma mengontrol sambil bantu motor-motor yang mogok, ngedorong,” ujar Petugas PPSU di lokasi.
Sejumlah sepeda motor mengalami mati mesin akibat terendam air laut, terutama di dekat Jakarta International Stadium (JIS). Para pengendara terpaksa mengalihkan laju kendaraannya dan mendorong kendaraan mereka agar bisa melintas.
Situasi ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga menunjukkan intensitas banjir rob di pesisir utara Jakarta yang kembali meningkat akibat fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee (supermoon).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DKI Jakarta) mengeluarkan peringatan kewaspadaan banjir rob yang berpotensi terjadi hingga 7 Januari 2026 di sejumlah wilayah pesisir utara Jakarta.
Banjir rob dipicu oleh pasang maksimum air laut yang mencapai titik tertinggi karena faktor astronomi seperti bulan purnama dan posisi perigee.
Kawasan pesisir utara Jakarta, termasuk Jalan RE Martadinata, memang dikenal rawan genangan rob terutama saat air laut naik ke daratan.
📰 Sumber Berita