Tampilkan postingan dengan label Jatim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jatim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Januari 2026

Danrem Untoro Tandai Dimulainya Pembangunan Jembatan Gantung Antar Kecamatan di Nganjuk



Nganjuk - Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto melakukan peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Nganjuk, yakni Kecamatan Sukomoro dengan Kecamatan Rejoso, Sabtu (10/1/2026).

Pamen TNI AD itu berharap, jembatan yang  dibangun nantinya dapat menggantikan kondisi jembatan lama yang sudah tidak layak dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.


"Kami berharap jembatan gantung ini dapat semakin mempermudah warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun sosial,” kata Kolonel Untoro usai kegiatan.

Ia menjelaskan, jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang sekitar 60 meter dengan lebar 1,8 meter, sehingga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna.

Untoro juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari Program Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap II yang diprioritaskan untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam hal akses dan konektivitas guna mendukung aktivitas sehari-hari.


Lebih dari itu, sebutnya, program tersebut juga sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang akses infrastrukturnya masih terbatas.

Tak hanya melaksanakan peletakan batu pertama, pada kesempatan tersebut Danrem Untoro juga menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga sekitar.

Bantuan tersebut diharapkannya dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

Selasa, 06 Januari 2026

Korem 081/DSJ Targetkan 2.145 Koperasi Merah Putih Terbangun di Jajarannya


Madiun – Sebanyak lebih dari dua ribu titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ditargetkan terbangun di seluruh wilayah jajaran Korem 081/DSJ.

"Target kami nantinya ada 2.145 Koperasi Merah Putih yang tersebar di 2 kotamadya dan 9 kabupaten," kata Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan, dari angka itu, lebih dari setengahnya telah terbangun dengan tingkat progres yang bervariasi. 

"Saat ini ada 1.367 titik telah terbangun. Bahkan yang di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar telah selesai 100 persen," ungkapnya.

Danrem Untoro menargetkan pembangunan yang masih berjalan dapat dirampungkan pada akhir bulan ini, sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan untuk tahap pertama.

“Pembangunan Koperasi Merah Putih tahap pertama kami diberikan batas waktu hingga 31 Januari 2026 harus sudah selesai. Oleh karena itu, saat ini sebagian pengerjaan dilakukan lembur hingga malam hari,” jelasnya.

Untuk memastikan target tersebut tercapai tepat waktu, ia juga mengerahkan prajuritnya guna membantu proses pembangunan di lapangan.

“Untuk mempercepat proses pembangunannya, kami juga melibatkan personel dari Kodim dan Koramil di wilayah masing-masing. Mereka ada yang membantu sebagai tukang maupun tenaga kasar,” sebutnya.

Lebih dari itu, Untoro pun mengapresiasi semangat gotong royong warga yang turut membantu proses pembangunan KDKMP.

“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih memang dibutuhkan dan diharapkan bisa memberikan manfaat nyata bagi warga,” pungkasnya.

Senin, 05 Januari 2026

Korem 081/DSJ Gaspol LTT, Ribuan Hektare Terealisasi dalam Hitungan Hari di Awal 2026


Madiun – Setelah berhasil merealisasikan Luas Tambah Tanam (LTT) seluas 648.387 hektare sepanjang tahun 2025, Korem 081/DSJ dan jajarannya langsung tancap gas melanjutkan program serupa di awal tahun 2026.

Meski baru berjalan beberapa hari, LTT yang telah berhasil dicapai seluas ribuan hektare.

“Berdasarkan data yang kami terima hingga sore kemarin, total luasan LTT di wilayah kami mencapai 5.067,09 hektare,” kata Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Pamen TNI AD itu menambahkan, target LTT yang ditetapkan pemerintah pusat untuk satuannya di tahun ini belum ditentukan. Namun, ia mengaku tidak terpengaruh dari besaran target nantinya.

"Kami menunggu saja berapa target LTT kami tahun ini. Yang jelas kami tidak terpengaruh dengan besaran target yang diberikan nanti. Bagi kami yang terpenting adalah tetap bekerja keras dan melakukan yang terbaik," ujarnya.

Danrem Untoro menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program tersebut satuannya senantiasa bersinergi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, dinas pertanian, hingga para petani.

Melalui sinergi yang menyeluruh tersebut, diharapkan capaian LTT dapat lebih optimal serta memberikan hasil yang berkelanjutan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia juga menegaskan, pencapaian LTT di wilayah jajaran Korem 081/DSJ tidak terlepas dari kehadiran program TNI AD Manunggal Air, pompanisasi, dan pipanisasi yang hingga kini terus digencarkan secara masif untuk menunjang ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Sabtu, 03 Januari 2026

TNI-Polri dan BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Panggul Trenggalek


Trenggalek – Sinergitas TNI–Polri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek kembali membuktikan kesiapsiagaan dalam penanganan bencana. Kolaborasi lintas sektor ini terlihat saat personel Koramil 0806-11/Panggul bersama BPBD Trenggalek mengevakuasi pohon trembesi tumbang yang nyaris menimpa kabel listrik di Jalan Raya Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (3/1/2026).

Pohon berukuran besar tersebut tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah selatan Kabupaten Trenggalek dalam beberapa hari terakhir. Kejadian ini sempat mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan bahaya serius, baik bagi pengguna jalan maupun jaringan kelistrikan di sekitar lokasi.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, aparat TNI dari Koramil 0806-11/Panggul langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Bersinergi dengan BPBD Trenggalek dan unsur Polri, petugas melakukan penanganan darurat dengan menyingkirkan batang serta ranting pohon yang melintang di badan jalan menggunakan peralatan manual dan mesin potong.

Bati Tuud Koramil 0806-11/Panggul, Peltu Suyanto, menegaskan bahwa kecepatan respons dan soliditas antarinstansi merupakan faktor utama dalam penanganan bencana di wilayah. Ia menyebut, sinergitas yang telah terbangun membuat proses evakuasi berjalan efektif dan aman.

“Sinergitas TNI–Polri dan BPBD Trenggalek menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana yang ada di wilayah Kabupaten Trenggalek. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat setiap kali dibutuhkan,” tegas Peltu Suyanto.

Menurutnya, kehadiran aparat negara tidak hanya sebatas penanganan teknis di lapangan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat, terutama di lokasi-lokasi vital seperti jalan raya utama.

Selama proses evakuasi berlangsung, personel gabungan juga melakukan pengaturan lalu lintas. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kemacetan serta memastikan keselamatan pengguna jalan dari potensi bahaya kabel listrik yang terdampak akibat pohon tumbang.

Proses pembersihan berjalan lancar meski sempat terjadi antrean kendaraan. Setelah evakuasi selesai, akses Jalan Raya Kecamatan Panggul kembali normal dan dapat dilalui dengan aman oleh masyarakat.

BPBD Kabupaten Trenggalek mengapresiasi keterlibatan aktif TNI dan Polri dalam setiap kejadian kebencanaan. Kolaborasi ini dinilai sangat membantu percepatan penanganan di lapangan, khususnya pada kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

Warga sekitar pun menyampaikan terima kasih atas kesigapan aparat gabungan. Kehadiran TNI–Polri dan BPBD dinilai mampu meminimalisasi risiko kecelakaan serta mencegah dampak yang lebih besar akibat cuaca ekstrem.

Melalui sinergitas yang terus diperkuat, TNI–Polri dan BPBD Trenggalek berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana ke depan. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi dan melayani masyarakat, khususnya di tengah ancaman cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.